batam1

Nah, sebelum kita melahkah tentang seluk beluk atau isi – isi yang ada di pulau ini, mending kita terlebih dahulu mengetahui tentang pulau ini dari sejarahnya and pendapat rang – orang. Kan lebih baik mengetahui luarnya dulu dari pada dalamnya, seperti pepatah “Tak Kenal Tanda Tak Sayang, And Tak Sayang Tanda Tak Cinta”.

Batam adalah salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Riau (KepRi). Dimana yang sekarang di kepalai oleh seorang walikota yang bernama Drs. Ahmad Dahlan and Wakilnya yang bernama Ir. Ria Saptarika. Sejarah batam banyak terdapat di buku yang berjudul dari “Nongsa ke Pulau Terong” (Penerbitnya saya kurang tau juga ya, itu buku saya baca sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar) nah dari buku tersebut saya mendapatkan inforrmasi tentang batam. Ceritanya begini ( Ma’af kalau seperti mendongeng, ini cerita menurut ingatan saya).

Pada zaman dahulu kala, pulau batam yang kita tempati ini dulunya bukan pulau yang berisikan penduduk dengan beragam mata pencaharian dan bukan berisikan rumah – rumah mewah yang sepeti kita jumpai. Dulunya pulau ini hanyalah sebuah pulau yang ditumbuhi oleh danau, rawa – rawa, hutan belantara yang lebat, dan hewan – hewan liar yang tinggal disini. Dulu masyarakat disini menyebut pulau ini dengan sebutan nama “ Pulau Pelanduk Putih”. Kenapa diberi nama pulau pelanduk putih?. Nah, sebagian mata pencaharian masyarakat disini adalah berburu dengan menggunakan sebuah kain putih yang mereka sebut pelanduk putih. Perburuan dengan cara ini sangat terkenal di pulau yang mengerikan ini. Nah, asal muasal nama ini adalah berasala dari sebuah keluarga Putih (ya sebut saja begitu, soalnya gak hafal betul detail ceritanya. Cuma hafal intinya doank). Sewaktu suaminya berburu kehutan, istrinya tinggal dirumah dengan anaknya yang masih bayi (kira-kira umurnya 4 bulanan gitulah) nah sewaktu suaminya pergi, muncullah seekor ular besar yang datang ke pondok tersebut, dan ingin memakan wanita dan anaknya. Kemudian wanita itu berteriak.”Toloooongggg….toloonnngggggg, ada ular besarr” karena jarak suaminya dengan rumahnya tidaklah begitu jauh. Dengan sigap pria tersebut lari secepatnya untuk menyelamatkan istri dan anaknya dari serangan ular tersebut. Dengan kain yang da bawa. Lalu dia perlahan menutup kepala ular tersebut dengan ikatan yang amat erat, kemudian ia mengambil pisau dan menusukkan pisau tersebut pass di tengah kepala ular tersebut. Dan akhirnya ular itupun tewa. Oleh karena itu dia dan masyarakat tersebut sepakat memberi nama pulau tersebut dengan nama Pulau Pelanduk Putih. Lama kelamaan, masyarakatpun mulai membangun desa dan hidup dengan kekeluargaan, dan semakin berkembangnya zaman. Banyak orang asing yang dating unutuk menguasai pulau ini, tapi untunglah masayarakat berhasil untuk mengusirnya, para pendatangpun tak kehabisan akal, oleh karena itu merekapun sepakat buat membangun pulau ini dan lama kelamaan nama pulau ini berubahlah menjadi dengan sebutan “Pulau Batam” dan menjadi sebuah kota yang kehidpan yang mapan dan dengan sebutan Kota Industri.

Disebut kota industri karena banyak para investor yang membangun anak cabangnya di kota batam ini, diabatmpun banyak beragam suku yang hidup dengan damai. Kota inipun banyak tempat-tempat wisata yang bisa kita kunjungi seperti Marina City yang berada di sekupang, Batam View yang ada di Nongsa, Jembatan Barelang, Kampung Vietnam yang terletak di Barelang, dan banyak tempat wisata lainnya. Nah, sekarang Batam memiliki tempat Wisata yang besar dan megah yang bernama Mega Wisata Ocarina (Dimana tempat ini adalah perumahan yang paling mewah dengan konsep komplek yang membentuk peta dunia). Ini menurut versi buku yang saya baca, kalo kenyataannya kurang tau juga ya. Saya juga mencari nya di internet dan hasilnya. Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 Masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu. Pada dekade 1970-an, dengan tujuan awal menjadikan Batam sebagai Singapura-nya Indonesia, maka sesuai Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973, Pulau Batam ditetapkan sebagai lingkungan kerja daerah industri dengan didukung oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau lebih dikenal dengan Badan Otorita Batam (BOB) sebagai penggerak pembangunan Batam Seiring pesatnya perkembangan Pulau Batam, pada dekade 1980-an, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1983, wilayah kecamatan Batam yang merupakan bagian dari kabupaten Kepulauan Riau, ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Batam yang memiliki tugas dalam menjalankan administrasi pemerintahan dan kemasyarakatan serta mendudukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam. Di era Reformasi pada akhir dekade tahun 1990-an, dengan Undang-Undang nomor 53 tahun 1999, maka Kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi yaitu Pemerintah Kota Batam untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan dengan mengikutsertakan Badan Otorita Batam

Penduduk Mari kita bicarakan tentang penduduknya dari Suku bangsa, Agama dan Bahasa. Dan tentang komunikasinya. Suku Bangsa Masyarakat Kota Batam merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari beragam suku dan golongan. Beberapa suku yang dominan adalah suku Melayu, Minang, Batak, Makassar, Jawa, Flores, Tionghoa dan lain-lain. Dengan berpayungkan budaya melayu dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Kota Batam menjadi kondusif dalam menggerakan kegiatan ekonomi, sosial politik serta budaya dalam masyarakat. Hingga Desember 2008, Batam telah berpenduduk kurang lebih 915.882 jiwa dan memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Dalam kurun waktu tahun 2001 hingga tahun 2008 memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata diatas 8 persen pertahun. Agama Islam adalah agama mayoritas di Kota Batam. Mesjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor walikota dan kantor DPRD menjadi simbol masyarakat Batam yang agamis. Agama Kristen dan Katholik juga banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari suku Batak dan Flores. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa. Batam memiliki Vihara yang konon terbesar di Asia Tenggara, yaitu Vihara Duta Maitreya. Bahasa Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Makassar, dan juga bahasa Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Batam adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu Komunikasi Perkembangan Telekomunikasi di Batam terbilang cukup pesat. berikut ini adalah beberapa media yang berada di batam.

Stasiun Televisi:

1. Batam TV

2. Semenanjung Televisi

3. Urban TV

4. Barelang TV

5. Hang Tuah TV

Stasiun Radio:

1. Radio Kei 102.3FM

2. Radio Be 107FM

3. Radio RAMAKO Batam 100.7FM

4. Radio Zoo 101.6FM

5. Radio DISCOVERY Minang 87.6FM

6. Radio Sheila 104.3FM

7. Radio Alfa Omega 107.7FM

8. Radio Sing 105.5FM

9. Radio Era Baru 106.5FM

10. Radio Salam 102.7FM

11. Radio Hang FM

12. Radio Wiraga FM

13. Radio Idola FM

14. Radio Gress FM

15. Radio M3 FM

16. Radio Wiraga FM

17. Radio G-Fan FM

Artist & Model asal Batam:

• Vira Yuniar

• Arief Yusmita

• Brownis Band

• Cleo Band

Nah, mungkin segini aja yang saya dapat berikan buat anda tentang batam. Cerita selanjutnya dapat anda peroleh d artikel² yang saya buat. Semoga bermanfa’at and bisa menarik para wisatawan domestic maupun mancanegara. AMINN .Jadi kalian masi mikir mau ke Batam? Nggak usah mikir deh, Sekarang Batam dah banyak tempat wisata yang bisa kita datangi.Mal²nya juga dah maju, sekarang aja sudah ada yang menyediakan permainan air softgun, Keren kan??.

Iklan