Perjalanan kami di Pulau Nipah sebagai putra putri bangsa yang pertama kali
menginjakkan kakinya di sana.

       
Pulau Nipah adalah salah satu pulau terluar yang ada di INDONESIA, pulau ini dulu adalah pulau karang yang tak berpenghunidan tidak diurus sama sekali oleh pemerintah INDONESIA. pada zaman buk Megawati sebagai Presiden akhirnya pulau tersebut di reklamasi atau di bangun dari pulau karang menjadi pulau yang seperti biasa kita jumpai. Dan pulau ini difungsikan sebagai salah satu tempat pusat pertahanan negara. Dan tidak ada seorangpun yang tinggal disana kecuali TNI AL.

BaseCamp TNI AL Batam

BaseCamp TNI AL Batam

Pulau yang gersang tak ada tumbuhan.. sapa yang betah tinggal disana? karena para TNI sangat cinta tanah air, jadi mereka rela berkorban demi tanah air yang dicintainya ini, walau bagaimanapun pulau yang mereka tempati, mereka akan mempertahankannya dari negara lain….

 daerah inipun akan dibagi
menajdi 3 sekotor yaitu Sektor Strategis : tempat Pertahanan/Militer, Sektor
Pariwisata : tempat para wisatawan, dan Sektor Bisnis.

      Tanggal kemarin 29-30 april 2009 kemarin saya dan anak-anak pramuka, Napala, Saka Bahari dan wartawan, dan instansi terkait  diajak oleh bapak Ria Saptarika(wakil Walikota Batam), bapak M.Faisal (Danlanal Batam), staf angkatan TNI AL, bekerjasama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Batam. untuk melaksanakan kegiatan Kepramukaan (munkin, soalnya rata-rata yang ikut anak pramuka) di Pulau Nipah (pulau terluar di Indonesia yang menjadi batas dengan singapura) dan luasnyapun ±6Hektar. Tema yang diberikan untuk acara ini adalah “Cinta Tanah Air“.Kegitan tersebut dihadiri ±120orang, beserta pembina-pembina pramuka laennya. tujuan diadakan acara ini adalah menumbuhkan rasa nasioanalisme putra-putri bangsa INDONESIA akan rasa NASIONALISMEnya. Bayangkan kalau pulau ini erhasil direbut olhe negara lain, dan akhirnya batas terakhir kita dengan singapura adalah pulau Belakang Padang

Kapal yang mengangkut kami

Kapal yang mengangkut kami

   Kami pergi kesana melalui Terminal Pelabuhan International Sekupang dengan
menaiki kapal Mv.Baruna Permata dan dengan dikawal kapal speed boat dari Sea Hunter TNI AL(wahh, kerenn.Serasa pejabat penting..hahahaha) hanya dengan ± 40mnt kami telah sampai dipulau Nipah, dan disambut hangat oleh para TNI AL. tiba disana kami segera apel dan pembagian wilayah tenda / kemah..setelah tenda berdiri kamipun segera melaksanakan upacara pada pukul 19.15WIB dan disana kami diberi pengarahan oleh bapak Danlanal M.Faisal tentang sejarah Pulau Nipah ini. kami sangat terkesan dengan perubahan pulau terseut dari pertama berbentuk pulau karang dan akhirnya menjadi pulau yang dapat difungsikan dengan baik. Pengalaman kami disana sangat baik, sampai memori-memori tentang kegiatan-kegiatan yang kami lakukan masih tersimpan baik diingatan kami. Pengalaman yang tak bisa dilupakan. Kami adalah Putra-putri Bangsa yang pertama kali menginjakkan kaki disana dan kami pula penerus generasi bangsa yang pertama menanam pohon cemara di pulau tersebut. Nah kamipun disini ada kegiatan yang mengasyikkan juga lho, yaitu bakar-bakar ikan bersama (kalau tidak salah ada 5 tempat untuk dijadikan tempat pembakaran)wah ikan yang dberiakn buat kamipun banyak sekali dan ada juga ikan kakap yang besar..(hmmm maknyuss dahh :-D), pembakaran api unggun yang begitu besar yang diwakili oleh bapak Ria Saptarika.

       
Disana kami emang sulit tidur, tapi rasa sulit tidur itupun terbayar oleh malam disana, disana kami bisa melihat lampu-lampu yang menghiasi kapal pesiar yang ada di singapura dan terangnya caya lampu negara singapura.(wuahh, romantisnya) dipagi harinya emang menyengsarakan kami (bukan karena kegiatan tersebut, tapi karena faktor cuacanya) nah acara dpagi hari setelah sholat malam and sholat shubuh. kami diberi waktu buat cuci muka agar muka segar kembali, setalah itu kami dikumpulkan untuk jalan santai mengelilingi pulau tersebut dan sambil meliat prasasti bekas tapak buk Mega sebagai peresmian reklamasi pulau tersebut. nah, dalam perjalanan kami melihat sun rise yang begitu indah dan sambaran petir yang terus menerus turun dari balik awan (wuahhh pemandangan yang indah) aku kira itu biasa dipulau seperti ini, tapi ternyata itu seperti peringatan akan ada badai, ternyata bener (Badai telah berlangsung ditengah laut) setelah badai
tersebut hilank, akhirnya hujan yang sangat lebat menerpa pulau tersebut,
kamipun berlarian untuk menyelamatkan pakaian dan barang-barang bawa’an kami(busyet jarak dari prasasti ke basecamp berjarak ± 1Km) sampai-sampai pakaian dan alat-alat kami ditenda basah semua karena tak mampu berlari cepet. Akhirnya kamipun memindahkan barang-barang dan berteduh di BaseCamp TNI AL.

       
Setelah hujan reda kamipun mulai membereskan tenda, dan bersiap untuk mengikuti acara selanjutnya.Yaitu upacara penutupan,pemberian sertifikat (sebagai bukti kami pernah datang kepulau ini) penanaman pohon cemara. dan siap untuk menunggu kapal.emang sih kami agak kesulitan menyesuaikan diri dipulau tersebut, tapi kenangan yang diberikan pulau tersebut tak mungkin hilank dibenak pikiran kami semua (hmmm,, jikalau kami telah punya anak cucu bagaimana keada’an pualau tersebut nanti ya? Apakah kami bisa kembali kepulau tersebut?)

       
Pendapatku tentang pulau ini adalah menyedihkan. Berkat pulau ini aku
mendapatkan pelajaran yang berharga, walaupun dalam pulau kami bisa juga saling berbagi dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Anak-anak Batam yang ikutpun rasa berbagi/sosialnyapun mayan baik, terkadang kami saling berbagi untuk makan dan minum ditengah malam. Semoga pulau ini dapat menjadi pulau yang memiliki tempat pertahanan yang sangat kuat, dan bisa juga dijadikan tempat wisata bagi rakyat INDONESIA…AMIN…ya Rab’bal Alaminn..jadi bangga bisa tinggal di Batam.

       
Pengalaman yang aku dapatkan disana lumayan banyak, disana aku bertemu
temen-temen baru, rasa NASIONALISMEku akan cinta dengan tanah air semkain besar, dan rasa solidaritaskupun tumbuh. Selama kegiatan berlangsung sangat membosankan bagiku, ya itu karena belum terbiasa saja dengan kegiatan kepramuka’an. tapi anehnya setelah mw meninggalkan pulau tersebut, hatikupun membujuk aku untuk tetep dipulau sana…hhuu… tapi apa daya, aku hanya rakyat biasa yang tidak ada daya. Semoga ditahun-tahun mendatang aku bisa kembali kepulau ini dan mengadakan penghijauan semoga pulau tersebut kelihatan hijau dan bisa dijadikan juga tempat wisata… Aminnn… 

 … dibawah ini adalah foto-foto saya dan regu pramuka saya di Pulau Nipah walaupun tenda gak berdiri dengan succes, tapi hati kami menjadi mantap…haha dan terbukti bahwa batam bisa menciptakan anak-anak yang berdisiplin,dan rasa nasionalisme yang tinggi.

Pramuka 1

Pramuka 2

 Pramuka 3

       
Temen-temen semua, sekian ya ceritaku tentang pulau ini. cerita ini bukan akukarang dan juga bukan denger dari orang lain, tapi aku ikut juga dalam kegiatan tersebut. aku juga bangga bisa menanam sebatang pohon cemara disana, semogapohon tersebut bisa tumbuh dengan subur. dan aku juga sangat bangga, karena aku termasuk salah satu generasi penerus bangsa yang pertama kali menginjakkan kaki dipulau itu.

 

 

 

       

Iklan